Semua Untuk Sahabat
Pasti kata sahabat dan cinta tidak asing lagi kalian
dengar. Namun apa yang harus aku pilih? Sahabat atau cinta?
Perkenalkan namaku Zefanya, aku memiliki sahabat
dekat, Febby. Kami awalnya bersahabat hanya berdua saja. Namun tiba-tiba ada
laki laki tampan yang datang di kehidupan kami, dia adalah Jeff. Dia pun
bergabung sehingga kini kami selalu bertiga kemanapun.
Akhir-akhir ini ada yang terasa aneh sikap Febby kepada aku tidak seperti biasanya. Setiap aku tanya dia selalu jawab
"tidak apa apa kok, tidak usah terlalu khawatir" dan alasan lainnya.
Keesokan harinya sepulang sekolah kami pergi ke
mall. Di tengah kami berjalan..
"Aww...." Febby merintih kesakitan
"Kamu kenapa Feb? Sakit? Bagaimana kalau kita
pulang saja?" Kataku
"Aku tidak apa apa, lebih baik kita pulang
saja." Jawab Febby
Setelah mengantarkan Febby, Jeff langsung
mengantarkan aku pulang. Sesampainya di depan pagar rumah ku, Jeff memegang
tanganku.
"Zef, kamu mau ga jadi pacar aku?" Ucapnya
sambil menatap wajahku
Aku hanya tersenyum dan mengangguk pertanda aku mau
menjadi pacarnya.
Keesokannya di sekolah, ketika kami sedang kumpul
bertiga di kantin, aku dan Jeff memberikan kabar kalau kami berdua sudah pacaran
kepada Febby.
"Pulang nanti kalian berdua saja ya soalnya aku
mau pergi dulu." Sahut Febby yang langsung pergi menuju kelas.
Esoknya di sekolah, aku menghampiri Febby.
"Kamu kenapa sih Feb kok keliatanya seperti
menyembunyikan sesuatu. aku juga merasa kamu mulai menjauhi aku?" Tanya ku
"Gapapa Zef gaada yang aku sembunyiin kok
yaudah aku pergi dulu ya." Jawab Febby singkat
Ketika aku mendatangi kelas Febby, Febby tidak ada.
Aku melihat diary biru yang ada diatas mejanya. Aku pun penasaran dan
membukanya. Tak kusangka ternyata isi diary itu tentang semua penyakit kanker
hati yang diderita Febby.
"Apa apaan ini!? Kok selama ini Febby tidak
pernah bilang kepadaku? Ternyata ada hal yang disembunyikannya. Ternyata ini
yang membuat sikap Febby berubah selama ini." Gumam aku
"Jadi selama ini kamu tega kepada ku?"
Tanya ku
"Apa maksudmu? Bukanya kamu yang tega terhadap
aku? Kamu telah berpacaran dengan Jeff tanpa kamu tau perasaan aku sebenernya
kepadanya gimana. Sekarang yang tega siapa?" Jawab Febby
"Hah? Bagaimana aku tau kamu suka denganya
kalau kamu selama ini tidak pernah cerita kepada ku." Sahutku
"Hala sudah tidak ada gunanya bicara dengan
kamu!" Jawab Febby tegas sambil jalan keluar sekolah
Air mataku pun tak habisnya keluar membasahi pipiku.
"Ternyata selain itu, masih ada yang
disembunyikannya. Bahkan aku tidak tau orang yang disukai oleh sahabat ku
sendiri." Gumam ku
Seminggu berjalan, tidak pernah kelihatan Febby datang ke sekolah. Ternyata dia sedang
dirawat di rumah sakit, aku dan Jeff pun langsung bergegas ke sana.
Di rumah sakit, aku melewati ruangan dokter dimana di
dalamnya ada ayahnya Febby dan dokter yang sedang membicarakan tidak mendapatkan hati yang cocok untuk Febby. Ketika ayah nya Febby keluar ruangan, aku pun memutuskan untuk masuk ke ruangan tersebut.
"Dok saya dengar tadi tidak ada pendonor yang
cocok untuk Febby. Jadi cek saja hati saya dok siapa tau akan cocok."
Sahut aku
"Tetapi hati yang kita butuhkan adalah hati orang
yang telah meninggal." Jawab dokter
"Tidak apa-apa dok cek saja dulu." Paksa
aku
Setelah dicek oleh dokter hasil nya pun keluar dan
mengatakan bahwa hati ku cocok untuk didonorkan, dan aku memutuskan untuk
mendonorkanya kepada Febby sebagai tanda minta maaf aku kepadanya.
Sehabis operasi ketika Jeff, Febby dan ayahnya
sedang berkumpul dokter mengatakan bahwa aku lah yang mendonorkan hatinya
kepada Febby dan semuanya terkejut. Dokter pun memberikan surat yang telah aku
titipkan untuk Jeff dan Febby. Di dalam surat itu aku meminta agar Jeff mau menjaga Febby dan mereka tetap bersama selamanya.
Beberapa bulan berjalan Jeff dan Febby melaksanakan
semua permintaan ku dan mereka berdua berkumpul di danau untuk merayakan hari
ulang tahunku.
"Makasih ya Zef, kamu sudah membuat hidup ku
lebih lama lagi di dunia ini. Aku sangat berhutang budi kepadamu. Aku harap kamu
juga selalu bahagia disana." Batin Febby sambil menangis
Berarti ada cerita hari esok dong? Ayo nulis lagi!
BalasHapus